CARA MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA

 Mungkin kita pernah mendengar bahwa keluarga yang kaya akan memunculkan anak-anak yang kaya karena mereka terbiasa kaya. Begitu pula ada yang menganggap bahwa seseorang menjadi pengusaha karena memang bapak ibunya, kakek-neneknya, dan sebagian besar keluarganya adalah keturunan pengusaha. Anggapan seperti ini menurut, hal ini merupakan pemikiran yang keliru.

Tidak bisa dipungkiri memang, ada banyak pengusaha yang lahir dari keluarga atau keturunan pengusaha. Tetapi bukan berarti diturunkan secara genetis. Mungkin hal ini terjadi karena aspek lingkungan pengusaha yang cukup kuat mempengaruhi jiwa orang tersebut untuk menjadi pengusaha. Menjadi wirausaha (entrepreneur) tentu saja merupakan hak azasi semua kita. Jangan karena mentang-mentang kita tidak punya turunan pengusaha sehingga menutup peluang untuk menjadi wirausaha.

Langkah awal yang di lakukan apabila berminat terjun ke dunia wirausaha adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Dalam menumbuhkan  jiwa wirausaha sejak dini di perlukan peran yang mendukung dari orangtua sebagai pendidik utama, peran lembaga pendidikan atau guru, serta peran masyarakat.

  1. Peran orang tua

            Rasa tanggung jawab dan kreativitas dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan dapat di pupuk sedini mungkin. Sejak anak mulai berinteraksi dengan orang dewasa. Orang tua adalah pihak yang bertanggung jawab penuh dalam proses ini. Anak harus diajarkan untuk memotivasi diri serta bekerja keras,diberi kesempatan untuk bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.

Menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak diperlukan latihan bertahap. Bentuk latihannya sederhana dan merupakan bagian dari keseharian anak.misalnya, melatih anak untuk dapat membereskan mainannya selesai bermain dan meletakkan mainan di tempatnya. Hal ini merupakan latihan untuk bertanggung jawab dan awal pengajaran tentang kepemilikan. Ini mainan saya. Mainan kakak , kalau mau pinjam harus izin dulu. Sifat tersebut adalah awal untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak.

            Latihan selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk mampu mengelola uang dengan baik. Terangkan pada anak , darimana uang yang dipakai untuk membiayai rumah tangga, jelaskan bahwa untuk mendapatkan uang tersebut, orang tua harus bekerja keras. Uang hanya boleh dipakai untuk kebutuhan yang benar-benar perlu.dengan demikian anak akan menjauhi sifat konsumtif.

            Dalam mengajarkan nak mengelola uang , latihan yang perlu di ajarkan bukan hanya cara membelanjakan. Tapi juga menabung, sedekah dan mencari uang.

            Setelah anak dilatih mengelola uang , tahap selanjutnya anak dapat di ajarkan bisnis kecil-kecilan. Biasanya dilakukan pada usia sekolah,sesuai suasana dan kondisi misal ketika anak sekolah  di ajarkan menjual alat-alat sekolah atau kerajinan tanganhasil karyanya kepada teman-temannya. Tahap ini dapat di jalankan jika orang tua sudah mengajarkan cara mengelola uang terlebih dahulu sehingga anak sudah terbiasa untuk menabung dan mengatur uangnya dengan baik.

2.Peran  guru

            guru berpengaruh pada pembentukan pribadi anak.  Mereka bisa berperan dalam membuat anak menjadi seorang enterpreneur. Untuk itu, guru harus kreatif mengajar dan membuat soal. Berikan anak uantuk berfikiralternatif misal jangan bertanya 10×10 berapa tapi tanya berapa kali berapa saja hasilnya 100. Dengan kreativitas guru anak dilatih memiliki beberapa   alternatif jawaban dan solusi. Alternatif tersebut akan melatih anak mampu mengambil keputusan yang tepatdari berbagai pilihan yang ada. Jiwa wirausaha juga memerlukan motivasi yang bagus, intelegensi yang cukup baik, kreatif,inovatif dan selalu mencari sesuatu hal yang baru untuk dapat di kembangkan.

            Sayangnya, hal-hal tersebut di sekolah kurang mendapat perhatian. Kebanyakan sekolahmasih terfokus pada pengembangan kecerdasan intelegensi  saja. Sementara kreativitas masih kurang di kembangkan. Padahal pengembangan kreativitas akan membuat anak mampu menciptakan hal-hal baru. Kreativitas inilah modal dasar untuk menjadi seorang enterpreneur. Modal penting lainnya adalah sikap bertanggung jawab. Sisi positif lain dari pengembangan sikap iini adalah terbangunnya rasa tanggung jawab semua hal yang dilakukan.

3. Peran masyarakat

            jika setiap lembaga keluarga sudah membentuk jiwa wirausaha bagi anggota keluarganya itu sendiri, maka akan muncul sebuah asumsi dalam masyarakat bahwa menciptakan pekerjaan lebih baik dari pada mencari pekerjaan.

            Jadi sejak dini jiwa wirausaha baik untuk di tanamkan. Inti dari kewirausahaan adalah bagaimana cara untuk berusaha, memecahkan permasakahan dan bertanggung jawab penuh atas apa yang di lakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s